5 Cara Mengubah Perilaku Anak yang Kurang Baik Menjadi Lebih Positif

Ditengah pandemi yang tidak diketahui kapan berakhir, orangtua harus memaksimalkan momen mendidik anak di rumah saja. Apalagi orangtua yang bekerja selama ini, pandemi memberikan hikmah untuk meningkatkan kualitas bersama si kecil. Gunakan waktu yang ada untuk menerapkan cara membangun karakter anak sejak dini. Jika anak memiliki perilaku yang kurang baik, mulailah untuk mengubah perilaku tersebut.

Mengubah perilaku anak

Anak yang memiliki perilaku kurang baik bisa disebabkan oleh salah pengembangan pola asuh selama ini. Selain masalah pergaulan dari luar, peran orangtua dan keluarga memberikan dorongan berperilaku kurang baik tersebut. Belum terlambat untuk memulai sesuatu yang positif, Anda bisa mencoba cara membangun karakter anak berikut :

1.  Menentukan apa yang akan Anda ubah lebih dulu

Dalam pergaulan harian, anak bisa saja melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan adab, misalnya merusakkan mainan anak lain, bertengkar atau melakukan hal-hal yang nekat. Langkah pertama yang harus Anda terapkan adalah menentukan mana yang bakal diubah lebih dulu. Bicarakan hal-hal berkaitan moral dengan anak, memberikan pemahaman mengenai bahaya dan mulailah satu per satu agenda tersebut.

2.  Menjelaskan perubahan yang diperlukan

Kenapa anak Anda harus berubah mulai sekarang? Anda wajib memberikan penjelasan mengenai perubahan yang diharapkan tersebut. Gunakan tutur bahasa yang halus, tidak terlalu panjang lebar dan menekan emosi sebaik mungkin. Bisa jadi anak merasa marah dan frustasi sehingga memicu perdebatan dengan Anda. Perlu pemahaman yang tidak singkat agar anak bisa memahami mengenai dampak negatif perilaku yang buruk.

3.  Memberikan batasan peluang

Sebagai orangtua yang bijak, Anda harus membatasi peluang yang memudahkan anak bertindak negatif. Karakter yang mau menyadari kesalahan dan berubah lebih baik harus ditanamkan sejak kecil. Menyita mainan atau benda yang bisa memicu anak bertindak negatif, sah-sah saja. Anda bisa mengembalikannya pada anak bila ia bisa menunjukkan perubahan perilaku yang positif.

4.  Tidak ada empati

Anda bisa memberikan pendidikan terkait empati pada anak agar ia suka menolong orang lain yang kesusahan. Namun, Anda tidak boleh mengharapkan empati saat anak melakukan kesalahan. Misalnya ia berbohong, maka berikan pengertian terkait dampak dari sikap tersebut.

5.  Konsekuensi atas tindakan

Anda harus berani memberikan konsekuensi atas tindakan buruk yang dilakukan anak. Memberikan efek jera dan pemahaman jangka panjang sangat diperlukan sejak ia berusia kecil. Hukuman berlaku untuk kesalahan anak, tetapi upayakan konsekuensi dan motivasi menjadi pribadi lebih baik bisa seimbang.

Beberapa cara membangun karakter anak yang buruk bisa Anda ubah sejak sekarang. Tingkatkan bonding time yang berkualitas agar si kecil merasa nyaman. Jalin hubungan yang terbuka dan jujur agar anak bisa mencurahkan segala permasalahan pada orangtua, termasuk alasan ia melakukan tindakan buruk. Pastikan Anda bisa memberikan teladan yang bagus agar anak menjadi pribadi yang sesuai harapan orangtua.